Belum Genap Satu Tahun, Dinding Beton TPA Cipeucang Jebol, TRUTH: Pihak Berwenang Harus Menindaklanjuti

Wikinews.id, Tangsel,- Masyarakat Tangsel dikagetkan dengan longsornya sampah di TPA Cipeucang Kota Tangerang Selatan,  dimana longsor tersebut hampir menutupi badan kali cisadane. Tinggi longsoran sampah tersebut sekitar 3 meter.

Kejadian pada hari Jumat siang (22/5/2020) disebabkan akibat robohnya sheet pile (dinding beton) yang menjadi pagar TPA Cipeucang dengan bibir kali Cisadane.

Hal ini menjadi perhatian lembaga swadaya masyarakat Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH). Aco Ardiansyah A.P. koordinator TRUTH dalam siaran persnya (22/5/2020) menilai ada kejanggalan, pasalnya bangunan sheet pile (dinding Beton) TPA Cipeucang belum genap satu tahun.

“Padahal menurut penelusuran kami di LPSE Kota Tangserang Selatan bangunan dinding tersebut dimulai dari bulan Juli 2019, ini menunjukkan ketidak becusan pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mengelolah sampah. Sehingga berpengaruh pada ekosistem alam yaitu kali Cisadane itu sendiri”, ungkapnya

Menurutnya permasalahan sampah ini sudah lama dikeluhkan warga karena limbah dan pencemarannya terhadap udara dan sumber air di sekitar TPA.

“warga sekitar mengeluhkan permasalahan sampah ini, mulai dari bau dan kualitas air yang buruk. Disisi lain, sungai Cisadane ini mengalir langsung ke laut, dan mengalir melalui Kota Tangerang. Dimana banyak warga di Kota Tangerang yang bergantung dari sungai ini”, Jelasnya.

Aco juga menyoroti penggunaan APBD tahun 2019 senilai 21 Miliar lebih yang di perkirakan untuk pembangunan dan perawatan TPA Cipeucang.

“Pemerintah Kota Tangsel telah menganggarkan pembangunan Sheet pile TPA Cipeucang sebesar 21 Miliar,  yang proyek pembangunannya telah dimenangkan oleh PT. RP.  Tidak hanya itu,  penganggarannya juga dilakukan pada pengawasan pembangunan sheet pile TPA Cipeucang sebesar 551 juta.  Namun belum genap setahun,  dinding beton yang diduga baru dibangun setahun yang lalu sudah roboh”, lanjutnya.

Iapun meminta pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan dan menindak tegas pejabat terkait yang bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Pihak yang berwenang mesti melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kejadian ini.  Dan pemerintah Kota Tangsel,  dalam hal ini walikota airin rachmi diany dan seluruh jajaran dibawahnya yang berwenang harus bertanggungjawab atas kejadian ini”, pungkasnya.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *