Benyamin Dilaporkan ke Bawaslu, Sebabnya ‘Tak Akui’ Istri Ke-2 Dalam Berkas Pencalonan

Kantor Bawaslu Tangsel
Kantor Bawaslu Tangsel

Wikinews.id|Tangerang Selatan- Calon Walikota Tangsel nomor urut 03 Benyamin Davnie dilaporkan ke Bawaslu Tangsel oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sahabat Suhendar, pada hari senin (19/10/2020).

Direktur LBH Sahabat Suhendar Nurman Samad Menyatakan, bahwa laporan ini terkait masalah salah satu berkas pendaftaran pencalonan Benyamin Davnie yang tidak valid. Bang Ben nama akrab Benyamin davnie diduga memiliki istri 2, akan tetapi yang dilaporkan dalam riwayat hidup hanya satu istri saja dan 5 orang anak.

“Kami melaporkan terkait masalah ketidakvalidan dan ambigu data, adanya keambiguan dari daftar riwayat hidup yang didaftarkan oleh Benyamin Davnie paslon nomor urut 03 ke KPU. Riwayat hidup yang didaftarkan oleh Benyamin Davnie dikolom status perkawinan hanya menyebutkan satu istri saja dan menyebutkan hanya memiliki lima anak,” kata Samad.

Kemudian menurut Samad ditemukan juga pada website KPU atas nama Lista Hurustiati yang calon DPR tahun 2014. Dalam wensite tersebut dia menyebutkan bahwa Benyamin Davnie adalah suaminya. Bahkan pihaknya menemukan gambar di internet foto wanita yang di isukan istri ke-2 Bang Ben.

“Setidaknya data yang kami temukan dari website KPU dan itu merupakan data resmi, maka timbul pertanyaan apakah data yang diberikan Benyamin Davnie tersebut valid atau tidak, terlepas dari rumor bang ben jelas ber istri 2” Tandasnya.

Direktur LBH Sahabat suhendar, Samad, SH
Direktur LBH Sahabat suhendar, Samad, SH

Samad menegaskan seandainya memang benar adanya temuan tentang ketidakvalidan data yang diberikan kepada KPU pada saat proses pendaftaran calon Walikota, bisa dikatakan ini pemalsuan data dan jadi ranah pidana.

“Ini bisa saja masuk ke pidana, karena ini kan berbicara tentang kevalidan data atau kejujuran untuk memberikan data untuk pendaftaran di lembaga resmi. Karena dalam hukum itu, ketika dokumen menyebabkan hak dan kewajiban ketika itu palsu atau keliru itu ranahnya bisa kepidana,” tandas Samad.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh wartawan wikinews, Komisioner Bawaslu Tangsel Jazuli membenarkan laporan dari LBH Sahabat Suhendar. Namun, sebelum menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya meminta berkas formil pelaporan dilengkapi.

“Bahwa pada hari senin tanggal 19 (oktober 2020) Basalu Tanggsel menerima laporan dari LBH Sahabat Suhendar lalaporan yang disebutkan tadi. Dalam penelitian berkas, Bawaslu meminta perbaikan berkas terkait dyarat formil sebuah laporan” Ungkap Jazuli pada waratawan wikinews melalui pesan Whatsapp.

Perlu diketahui, Laporan LBH Sahabat Suhendar atas Benyamin Davnie ke Bawaslu, terdaftar dengan nomor laporan: 020/PL/PW/KOTA/11.03/X/2020. (am)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *