Dampak Corona: Harga Sembako Meroket, Bawalkot Tangsel Berlomba Pasang Baliho

Wikinews.id, Tangsel- Meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia membuat harga sembako meroket. Hal ini juga berdampak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sayangnya, dampak ini malah kurang diperhatikan oleh Pemkot Tangsel. Malahan, beberapa pejabat tinggi Pemkot yang diketahui bakal mencalonkan diri di Pilkada 2020 sibuk berlomba pasang baliho.

Hal ini pun juga mendapat perhatiaan dari beberapa kalangan publik. Seperti Pengamat Kebijakan Publik kota Tangerang Selatan, Suhendar menyayangkan langkah pejabat tinggi Pemkot yang masih kurang kepekaan emosionalnya lantaran masih sibuk bersosialisasi mengkampanyekan diri.

Melalui pesan whatsapp (26/3/2020), Suhendar mengatakan bahwa Pemkot Tangsel merupakan pihak pertama dan terdepan dalam mengatasi permasalahan wabah ini, dibutuhkan kebijakan dan tindakan nyata untuk masyarakat bukan hanya kunjungan dan himbauan, namun harus ada tindakan nyata untuk mengatasi wabah ini serta masalah lain yang muncul.

”Untuk mengatasi pandemi coronanya, saya melihat sudah ada yang dilakukan meski secara kualitas belum maksimal. Namun untuk kebijakan atau tindakan nyata masalah lain yang muncul akibat pandemi coronanya, ini yang belum ada. Misalnya tentang naiknya harga bahan pokok, melemahnya daya beli masyarakat di pasar dan ketersediaan masker. Hari ini kita tidak melihat adanya kebijakan atau tindakan nyata yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel dalam rangka menekan kenaikan harga bahan pokok, seperti pengendalian panic buying, penimbunan dan lainnya, tidak ada surat edaran, pasar murah, koordinasi dengan pihak-pihak lain dan sebagainya,” tegasnya.

Disisi lain bersamaan dengan itu, Suhendar juga tidak melihat adanya kebijakan atau tindakan nyata yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel dalam rangka menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat di pasar-pasar modern dan tradisional maupun disektor usaha kecil. Baik itu melakukan penyemprotan, penyediaan pencuci tangan dan sebagainya agar pelaku usaha dan pembeli nyaman, sehingga sektor ekonomi tetap stabil.

Suhendar pun menyayangkan sikap kepemimpinan eksekutif daerah Tangsel baik Walikota Airin Rachmi Diany, Wakil Walikota Benyamin Davnie dan Sekda Muhammad, menurutnya tidak ada kepekaan sosial serta kepemimpinan yang kuat untuk terdepan mengatasi kelangkaan masker. Iapun menyarankan agar pemerintah Kota Tangerang Selatan kompak dan duduk bersama untuk mengambil kebijakan dan tindakan nyata, serta mengajak seluruh jajaran pejabat daerah bersama mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga masker untuk masyarakat.

“faktanya, justru ada pejabat daerah yang hari ini mampu mengeluarkan uang ratusan juta hingga miliaran rupiah hanya untuk memperkenalkan diri atau promosi terkait pilkada. sesungguhnya akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk masker masyarakat, baik itu diberikan secara cuma-cuma atau penjualan dengan harga murah. Hal ini sekaligus untuk menunjukan adanya kepekaan sosial dan sikap kenegarawanannya sebagai pejabat daerah, yaitu mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi, bukan sebaliknya,”pungkasnya.(rls)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *