Fraksi PDIP Tangsel Sumbangkan Gaji, Pengamat : Pencucian Dosa Kunker Ditengah Covid-19

Adib Miftahul pengamat politik dan kebijakan publik

Wikinews.id, Tangsel,- Fraksi PDIP DPRD Tangsel akan sumbangkan setahun gajinya untuk penanganan Covid-19, Adib Miftahul pengamat Politik dan kebijakan publik dari UNIS menilai agenda tersebut sebagai wujud pencucian dosa kunker saat wabah Covid-19.

Dalam keterangannya kepada awak media (15/4/2020) Adib mengapresiasi dan menilai langkah politik ketua fraksi PDIP sebagai langkah penebus dosa kunker ditengah Covid-19.

“Tentu niat baiknya perlu diapresiasi sebagai langkah ‘pencucian dosa’ setelah kemarin menyakiti hati publik, dengan kunker saat rakyat didera wabah corona” terangnya.

Lanjut Adib, Upaya ini jelas, sebagai langkah politik yang bagus, disaat masyarakat menyayangkan kinerja fraksi PDIP sebagai partainya wong cilik.

“Bagaimanapun blunder PDIP Tangsel harus di tebus” tegasnya.

Dalam pernyataan di media, Ketua Fraksi PDIP Putri Ayu mengatakan “Kami akan lakukan secara berkelanjutan selama setahun, karena dampak Covid-19 ini tidak hanya selama tiga bulan. Saat pandemi Corona sudah teratasi pun, masyarakat terutama yang kemampuan ekonominya lemah masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kemampuan ekonominya. Mereka benar-benar telah menjadi perhatian kami,” tandasnya dilansir dari Tangerangnews.com. Rabu (15/4/2020).

Dalam pandangan Adib statemen Ketua fraksi PDIP, Putri ayu masih bias dilihat dalam perspektif komunikasi. Dalam statemennya ‘Akan berkelanjutan’ bakal menimbulkan persepsi hanya saat pandemi corona.

Adib pun mempertanyakan ketika pandemi selesai 3 bulan, apakah gaji anggota fraksi PDIP tetap akan disumbangkan selama setahun?

“Harusnya declaire saja di awal, memberikan kewenangan kepada kas daerah, bahwa gaji potong selama setahun. Ini lebih clear” ucapnya.

Adib menyarankan Fraksi PDIP mendorong menggunakan pergeseran anggaran aspirasi, yang jumlahnya bisa lebih besar. Atau, menutup kunker selama tahun 2020, yang menurutnya hal ini akan dinilai lebih efektif dan bermanfaat oleh rakyat Tangsel.

“Karena kan bicaranya tadi, imbas pandemi bukan berbicara saat wabah berlangsung, setelah wabah kan perlu perhatian khusus juga untuk masyarakat bangkit,”katanya.

Adib pun menyoroti dan menyerukan kepada seluruh anggota DPRD Tangsel agar aktif turun ke bawah bersama rakyat. Menurutnya saat ini rakyat butuh perhatian DPRD sebagai konstituennya dan sebagai wakil rakyat tidak hanya saat kampanye.

“Wong cilik butuh pendampingan. Kalo itu dilakukan, publik akan menilai respon DPRD sebagai wakil rakyat tak setengah hati.”pungkasnya.(wan)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *