HIPMI dan Bank BNI Sinergi Majukan UMKM Indonesia

MoU antara HIPMI dengan Bank BNI
MoU antara HIPMI dengan Bank BNI

Wikinews.id|Jakarta- Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bank BNI. Kerjasama tersebut dalam bentuk kemudahan akses pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) BPP HIPMI Bagas Adhadirgha mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman antara HIPMI dan BNI adalah dalam bentuk komitmen dukungan kepada UMKM. Harapannya dengan MoU tersebut, akan menjadi dasar bagi pegiat UMKM anggota HIPMI di daerah dalam mengakses permodalan dari BNI.

“Sekarang yang kita butuhkan adalah program modal kerja untuk meningkatkan kembali semangat dan roda perekonomian ini harus berjalan kembali. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu formulasi bagaimana caranya permodalan untuk menggerakkan roda ekonomi ini bisa berjalan,” ujar Bagas, dalam acara Penandatanganan MoU HIPMI & BNI, di Kantor Sekretariat BPP HIPMI, Gedung Sahid Sudirman Centre, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Bagas berharap, pengusaha dapat menyesuaikan dan memanfaatkan kerjasama dengan pihak bank, karna peran bank sangat vital sekarang ini. Guna para pengusaha mendapatkan modal kerja untuk memutar kembali usaha.

“Harapannya dengan MoU ini, menjadi salah satu insentif buat teman-teman dan selanjutnya ini juga amanat dari Bapak Presiden sewaktu kita dilantik bahwa HIPMI ini akan menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan akan menjadi mitra strategis bagi investor-investor lokal maupun internasional yang akan masuk ke daerah-daerah di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sekjen Hipmi, Bagas
Sekjen Hipmi, Bagas
agas juga berharap, MoU ini menjadi sebuah tonggak awal baik kepengurusan HIPMI sekarang dan bisa dimanfaatkan oleh anggota HIPMI di seluruh Indonesia.

“Kami akan minta juga di daerah apabila terjadi proses kreditnya berhasil atau berjalan dari MoU ini. Kami juga akan minta data, sehingga bisa menjadi rujukan pelaporan kami terhadap pemerintah bahwasannya kerja sama ini konkrit dan bisa dieksekusi,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Ajib Hamdani mengatakan, Nota Kesepahaman antara HIPMI dan BNI memiliki muatan yang cukup luas, karena mengakomodir tidak hanya komitmen dukungan untuk akses pinjaman komersil sektor kecil bagi UMKM saja, namun juga mencakup kredit program, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk aksesibilitas pinjaman kepada mitra binaan dimana anggota HIPMI yang bertindak sebagai pendamping.

“Teman-teman UMKM dengan skala usahanya kalau kita mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM, maka UMKM itu adalah yang modalnya sampai dengan Rp 10 miliar dan perputaran omsetnya sampai dengan Rp 50 miliar per tahun. Kira-kira 70 persen anggota HIPMI ada di skala tersebut,” pungkas Ajib.

Sementara itu, Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Edy Awaludin menyampaikan, bahwa BNI dan HIPMI telah secara intens berkomunikasi. Pihaknya memiliki komitmen yang sejalan untuk mendukung sektor UMKM khususnya dalam memperoleh akses pinjaman.

“Nota kesepahaman ini merupakan awal yang baik untuk hal yang besar di kemudian hari. Kami tidak melihat dari sisi bisnis semata, namun multiplier effect yang ditimbulkan akan sangat positif, termasuk memberikan akses pinjaman program kepada anggota dan mitra binaan dengan skala lebih kecil di daerah serta kerjasama-kerjasama terkait lainnya seperti off taker, collection & referal agent yang menguntungkan kedua belah pihak,” ungkap Edy.

Pada acara tersebut, penandatanganan dilakukan oleh SekJen BPP HIPMI Bagas Adhadirgha yang mewakili Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming. Acara juga dihadiri oleh para Pengurus BPP HIPMI lainnya. Sedangkan Pihak BNI yang hadir adalah Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil 1 BNI Edy Awaludin dan Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo. (Zu)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *