Indonesia Semakin Memprihatinkan,Direktur Eksekuif LKPHI Kobarkan 7 Poin Tagar

Ismail Marasabessy Direktur Eksekuif Lembaga Kajian dan Pemerhati Hukum Indonesia (LKPHI) menjelaskan bahwa akhir-akhir ini bila diamati dan di telaah secara seksama, maka Negara kita saat ini dapat disimpulkan semakin hari semakin mengkhawatirkan, pasalnya kondisi keadaan negara Indonesia sebagai Bumi Pertiwi kini semakin kacau bila diperhatikan dari segala lini, baik perekonomian, politik serta hukum yang tidak memiliki azas berkeadilan serta penanganan kesehatan.

Semua kebenaran kini telah semakin terlihat, tragisnya dugaan kebiadaban pemerintah yang diduga memanfaatkan wabah virus corona untuk membebaskan napi, baik para koruptor, para pelaku kriminal dan bandar narkotika yang dilepas dari Jeruji Besi, mirisnya hal ini semakin memprihatinkan, apalagi setelah di telaah secara rasional yang seharusnya mereka tidak di keluarkan namun hanya dengan alasan murahan untuk mencegah meningkatnya Wabah Jahat pandemic virus covid-19 sehingga para napi jadi keluar.

“Negara kita Bumi Pertiwi kini semakin hancur tak karuan akibat Pemerintah diduga kuat melakukan persekongkolan jahat dengan DPR-RI menjadikan corona untuk memudahkan segala kepentingan dengan cara mengesahkan semua kebijakan Pemerintah yang menguntungkan diri sendiri dan kelompok,” ungkapnya.

Maka dari itu kami sangat mengecam tindakan Pemerintah yang karena tidak memihak kepada Masyarakat, seharusnya Pemerintah harus cepat dan tanggap memperhatikan keselamatan Masyarakat dari Wabah Covid-19, bukan malah sibuk dengan Pembahasan UU Omnibus Law dan UU Lembaga Pemasyarakatan.

Kepada Presiden RI yang begitu kami hargai, apabila apa yang di sampaikan oleh Menteri HUKUM dan HAM semuanya terlaksana dan UU Omnibus Law tetap di bahasa di Sahkan, maka jangan salahkan kami apanila semua kebijakan Pemerintah tidak di taati oleh Masyarakat Indonesia.

Lanjut, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Dan Pemerhati Hukum Indonesia, Ismail Marasabessy, mengatakan bahwa Pemerintah harus cepat memulangkan Seluruh WNA China dan Amerika karena di Negara meraka adalah pusat wabah Covid-19.

Lanjutnya lagi menjelaskan, bahwa Negara Indonesia sebagai Bumi Pertiwi yang begitu kita cintai ini telah sangat dan semakin kacau akibat dugaan kebiadaban Pemerintah yang Menggunakan, memanfaatkan wabah mematikan virus Covid-19 untuk membunuh Masyarakat Indonesia dan mendatangkan WNA untuk menguasai segala kekayaan yang ada di bumi pertiwi Indonesia Raya ini.

Maka dari itu kami sangat mengecam tindakan Pemerintah yang karena tidak memihak kepada Masyarakat, seharusnya Pemerintah harus cepat dan tanggap memperhatikan keselamatan Masyarakat dari Wabah Covid-19, bukan malah sibuk dengan Pembahasan UU Omnibus Law dan UU Lembaga Pemasyarakatan.

“Wahai Pemerintah yang sudah terindikasi Zholim, kami rakyat Indonesia sudah tidak tahan lagi dengan penderitaan yang kami alami ini, wahai Pemerintah yang terindikasi Zholim kami sudah sangat sengsara dengan penyiksaan ini, sudahilah Pembunuhan ini, Sudahilah semua sandiwara kalian, sudahilah Wahai Rezim Penguasa,” pungkasnya.

Ismail Marasabessy juga menghimbau agar segenap rakyat Indonesia untuk bangkit melawan segala ketidakbenaran.
“Wahai Rakyat Indonesia yang begitu gagah perkasa. Wahai Rakyat Indonesia yang besar, bangkitlah dan melawan segala ketidakbenaran, lawan lah penderitaan. Berjuang mati tidak berjuang juga mati,” serunya.

Diakhir keterangan tertulisnya dia juga mengajak seluruh Masyarakat Indonesia supaya dengan kompak bersama mengatakan bahwa sudah cukup kita di bodohi ayo bangkit dan melawan. Dengan Tagar(#) sebagai berikut;

#Tolak UU Omnibus Law, #Cabut Maklumat Kapolri, #tolak Kebijakan Lockdown, #Maupun Darurat Sipil, #Korupsi adalah kejahatan Luar biasa, maka koruptor jangan dibebaskan, #Tolak RUU Pemasyarakatan, #Tolak WNA, TKA : China, Amerika dan pulangkan mereka ke Negara Asal, #PecatLBP dan Yasona Laoly

Oleh: Ismail Marasabessy
Direktur Eksekuif Lembaga Kajian Dan Pemerhati Hukum Indonesia

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *