KADIN: Pesangon Buruh 25 Kali Gaji, Masih Jadi Yang Tertinggi di Negara Asean

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslaini
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslaini

Wikinews.id|Jakarta- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan besaran pesangon yang diterima buruh atau pekerja dalam UUndang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja adalah 25 kali gaji. Jumlah itu masih menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Rincian pesangon yang sebanyak 25 kali upah tersebut yakni 19 kalinya ditanggung pengusaha dan 6 kalinya ditanggung pemerintah melalui program jaminan kehilangan pekerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Tapi harus dilihat juga, bahwa 25 kali itu juga masih yang tertinggi di negara tetangga,” kata Rosan, yang dikutio dari video acara Blak-blakan detik, Jumat (9/10/2020).

Rosan menyebut, besaran pesangon yang diberikan Vietnam maksimum 10 kali upah, Thailand sebanyak 10 kali upah, Malaysia dan Filipina maksimum sekitar 20 kali upah.

Rosan Mengatakan, memank besaran pesangon menurun dibandingkan di aturan penggajian sebelumnya, dari 32 kali gaji, menjadi 25 kali gaji.

“Karena yang dulu yang 32 itu paling tinggi diantara seluruh dunia menjadi salah satu yang paling tinggi. Diturunkan menjadi 25 pun masih tinggi di negara ASEAN, jadi kita melihat juga perbandingan dengan negara lain,” jelasnya.

“Saya mengerti juga kalau misalnya dikurangi ‘wah kita kok jadi kurang’. Padahal kalau dilihat dengan tetangga kita itu masih yang paling baik,” tambahnya.

Rosan mengajak masyarakat untuk memahami terlebih dahulu UU Omnibus Law Cipta Kerja ini. Sebab, jika ada pasal-pasal yang tidak tertuang bukan berarti hilang atau tidak berlaku lagi.

“Kita lihat secara keseluruhan, kalau yang tidak diubah di dalam Omnibus law itu tetap mengacu pada UU Nomor 13. Banyak yang beranggapan kalau tidak disebutkan dalam omnibus law itu hilang, padahal kan itu tidak seperti itu,” Ungkapnya.

Seperti diketahui, UU Omnibus Law Cipta Kerja sudah disahkan DPR-RI. Meski mendapat penolakan dari kalangan buruh dan mahasiswa, pemerintah sejauh ini tetap tidak bergeming. (Zu)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *