Kadis Perkim Kota Tangsel Temui Pendemo, Jelaskan Duduk Perkara Sengketa Lahan SMPN 23 Tangsel

Ade Suprizal, Kadis Perkimta Kota Tangsel
Ade Suprizal, Kadis Perkimta Kota Tangsel

Wikinews.id|Tangerang Selatan- Aliansi Ganyang Koruptor (ALIGATOR) menggelar aksi unjuk rasa yang kedua kalinya kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PERKIMTA) Tangerang Selatan, menuntut transparansi sengketa pengadaan lahan pendirian SMP N 23 Tangerang Selatan pada 24 September 2020.

Guna menjelaskan duduk perkara secara clear, Kepala Dinas Perkimta Ade Suprizal menerima perwakilan 3 orang demonstran untuk melakukan audiensi atas tuntutan para demonstran tersebut diruangan Rapat Dinas Perkimta.

Dalam pertemuan tersebut Ade Suprizal menjelaskan bahwa disaat demo yang pertama, dirinya bukan tidak mau menemui para demonstran, akan tetapi situasi yang tidak memungkinkan disaat itu.

“sebenarnya pada saat temen-temen demo yang pertama itu saya sudah ada planing mau mencoba pada saat demo itu ngajak temen-temen diskusi sebenarnya, tapi karena momentumnya tidak pas, dan kami ada rapat waktu itu, kebetulan kantor off juga karena ada beberapa orang yang reaktif jadi akhirnya kita stop kegiatan dikantor ” jelasnya.

Lanjut ade bahwa hari ini adalah moment yang pas untuk mendudukan persoalan nya agar tidak ada mis komunikasi dan salah informasi.

“Pas demo yang ini, pas momentum begini, ya kesempatan bagi kami sebenarnya untuk mencoba kita sama-sama dudukkan persoalan nya secara norma nya seperti apa, khawatirkan ada mis, ada informasi yang salah, kemudian ada penyajian data yang salah juga, ya mudahan mudahan adanya pertemuan ini secara gamblang saya minta bu rizqi menjelaskan secara gamblang juga, dan ini ada dari Polsek juga” jelasnya

Ade juga menjelaskan bahwa Ia mengetahui pengadaan tanah tersebut melibatkan semua unsur dan terbuka.

“Dan saya tau proses nya waktu itu, walaupun saya belum disini, saya tau memang pengadaan tanah itu sampai dengan musyawarah nya, melibatkan semua unsur, dan terbuka, jadi baik dari aparat kepolisian, TNI, Kejaksaan semua hadir semua, dan itu terbuka, jadi penentuan berapayang disepakati dalam musyawarah pembahasan harga itu, itu sudah melalui proses proses norma nya”Jelasnya

Sementara Kepala Bidang Pengadaan Tanah Rizqiah yang memaparkan poin demi poin dihadapan Ketiga perwakilan demonstran tersebut dengan layar monitor yang menyimpulkan bahwa pemerintah sudah melakukan pengadaan tanah.

“intinya pemerintah kota sudah melakukan kegiatan pengadaan tanah dari awal, dari perencanaan, sampai dengan pelaksanaan, Perencanaan nya dilakukan oleh Dinas yang membutuhkan tanah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, dan kebetulan uangnya ditaro di dinas Perkim, dinas Perkim yang melakukan pelaksanaan kegiatan pengadaan tanah” jelasnya.

Rizqiah juga menyampaikan bahwa pembelian tanah tersebut lelang dari pihak bank, karena pemilik awal tanah tersebut telah melakukan wan prestasi.

“Setelah pelaksanaan ternyata tanah yang kita beli itu sudah berpindah dari pemilik awal kepada pihak bank, kerena pemilik awal nya wan prestasi, yang bersangkutan tidak bisa menyelesaikan kewajiban kewajiban nya kepada pihak bank, jadi kita membeli barang lelang, karena kita membeli barang lelang ya kita mendapat harga lelang” lanjutnya

Lanjut Rizqiah mengatakan bahwa tanah tersebut sudah selesai tidak ada persoalan lagi karena sudah jelas mendapat kutipan risalah dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“tapi terkait dengan administratif kita sudah mendapatkan kutipan risalah lelang dari KPKNL, jadi udah selesai.” Sambungnya

Sementara Koordinator lapangan demonstran ABAY Menyampaikan sangat apresiasi nya kepada pihak dinas yang sudah menerima audensi dan memaparkan prihal tuntutan mereka.

“Saya sebagai korlap aligator Abay, bahwasanya tadi ketika kami diterima audensi kepada pihak dinas Perkimta Tangerang Selatan, itu kita berterima kasih atas paparan nya, sehingga tidak ada mis komunikasi bisa dijelaskan secara rinci, dan saya juga akan tetap mengontrol dari stetment stetment apa yang disampaikan oleh pihak dinas kadis Perkimta untuk segera menuntaskan kasus sengketa itu, sehingga tidak ada terjadinya polemik permasalahan Ditangerang Selatan” Tutupnya. (Am)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *