Kapolda Bali Dan Pimpinan Ormas Islam di Bali Serukan Sholat Idul Fitri di Rumah

Kapolda Bali beserta pimpinan ormas Islam Bali

Wikinews.id, Denpasar,- Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose berkumpul dengan pimpinan ormas Islam di Bali bertempat di Mapolda Bali, Rabu (20/5). Pertemuan dihadiri langsung Ketua MUI Provinsi Bali, H. M. Taufiq As’Adi, S.Ag, Ketua DMI Provinsi Bali, H. Bambang Santoso, S.Pd.I., Ketua PW NU Provinsi Bali, K.H. Abdul Aziz., Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Bali, H. Aminulah, Ketua LDII Prov. Bali, H. Kafilari, S.E., Kabid Binmas Departemen Agama Provinsi Bali, H, Nurkhamid serta pejabat utama Polda Bali.

Dalam pertemuan itu membahas soal pelaksanaan malam takbiran dan Sholat Ied Idul Fitri ditengah wabah pandemi covid-19. Dalam kesempatan tersebut Irjendpol Golose juga menyampaikan terkait hasil video conference, pada Senin (18/5), yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Menteri Agama, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Kepala BNPB selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan para Gubernur beserta Forkopimda Daerah.

Dari hasil video conference, kata jenderal bintang dua dipundak itu disimpulkan bahwa sesuai dengan Permenkes 9/2020 kegiatan agama yang bersifat massive (mengumpulkan massa yang banyak) dilarang untuk dilaksanakan. Artinya, himbauan pemerintah pusat bahwa kegiatan Sholat Idul Fitri sedianya dilaksanakan di rumah masing-masing.

“Pelaksanaan Sholat Idul Fitri dilaksanakan di rumah masing-masing sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Demi masa depan anak cucu kita agar darurat kesehatan yang terjadi saat ini tidak menjadi darurat sosial ekonomi dan darurat keamanan,” tegas Kapolda.

Jenderal asal Manado Sulawesi Utara itu kembali menegaskan bahwa pandemi covid-19 saat ini telah menjadi pandemi global. Sementara, di Bali sendiri setiap harinya kasus positif covid-19 meningkat.

Bahkan, saat ini transmisi lokal cukup tinggi berapa pada angka 38 persen. “Jadi, apabila Sholat Idul Fitri tetap dilaksanakan, maka petugas akan melakukan sesuai dengan protocol kesehatan secara ketat,” tegas Jenderal bintang dua ini.

Kapolda menyerahkan sepenuhnya kepada para tokoh ormas Islam untuk membuat kesepakatan bersama agar perayaan Idul Fitri di wilayah Provinsi Bali tidak ada perbedaan. Mulai, dari pelaksanaan Sholat Ied hingga kegiatan bersilaturahmi.

Dilain pihak Ketua MUI Provinsi Bali, H. M. Taufiq As’Adi, S.Ag, menyetujui himbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah masing-masing. Hal tersebut juga demi kesehatan masyarakat Bali.

H.Taufiq menggariskan dalam pelaksanaannya sebaiknya dilaksanakan serempak di seluruh Bali. “Seperti yang diketahui bahwa Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana memberikan ijin melaksanakan Sholat Idul Fitri berjamaah,” jelasnya.

Hal senada disampaikan dari Ketua LDII Prov. Bali, H. Kafilari, S.E,. Ia menyetujui himbauan pemerintah pusat untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah masing-masing. Diungkapkannya, dari hasil rapat dengan tokoh agama Muslim di Provinsi Bali beberapa waktu lalu, ada 4 poin kesepakatan/seruan kepada umat Muslim di Bali.

Yakni, pertama untuk Sholat Idul Fitri di rumah. Kedua, tidak ada pelaksanaan pawai takbir keliling, takbiran hanya dilakukan petugas masjid dan sangat terbatas. Ketiga, tidak menjadwalkan petugas khotib dan imam dalam pelaksanaan Sholat Ied. Terakhir, tidak melakukan silahturahmi dengan berkumpul banyak orang. “Silahturahmi dapat dilakukan secara online,” pungkasnya.(Noris)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *