LKPHI: Sebelum Penjarakan Rakyat Jelata, Penjarakan Dulu Pejabat Polri Yang Langgar Maklumat Kapolri

Wikinews.id, Jakarta,- Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan maklumat nomor Mak/2/ III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Covid-19. Salah satu isi maklumat tersebut ialah meniadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menegaskan aparat kepolisian akan menindak siapa saja yang melanggar maklumat. Adapun pasal yang dapat di sangkakan kepada pelanggar antara lain Pasal 212 KUHP, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP.

“Bila ada masyarakat yang membandel, yang tidak mengindahkan perintah personel yang bertugas untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, kami akan proses hukum”

Hal ini mendapat tanggpan dari Ismail Marasabessy,S.H. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Dan Pemerhati Hukum Indonesia.

Ismail menilai masyarakat di hantui, di tekan dan di bodohi oleh Maklumat Kapolri yang tidak memiliki kekuatan hukum kuat dan mengikat.

“kalau saja Maklumat Kapolri itu memiliki Kekuatan hukum yang mengikat maka sudah barang tentu Wakapolri Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono dan Kapolres Jakarta Barat, beserta Kapolda Metro Jaya sudah di porses secara hukum” ujarnya.

Ismail menjelaskan bahwa selama pelanggaran Insubordinasi yang di lakukan oleh Komjen.Pol. Gatot Eddy Pramono, Kapolda Metro Jaya. Irjen.Pol Nana Sudjana dan Kapolres Jakarta Barat tidak di berikan sanksi Pidana sesuai pasal 212,216 dan 218 KUHP. Karena telah melanggar Kebijakan Pemerintah dan Maklumat Kapolri maka masyarakat tidak bisa di jatuhkan sanksi atau dipidanakan layaknya para Pejabat Polri yang bandel.

“Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sebelum menindak dan menindas Masyarakat seharusnya Kapolri melalui Maklumat Kapolri sudah harus menerapkan sanksi bagi Pejabat Polri yang bandel dulu baru tindak dan tindas Masyarakat Jelata” pungkasnya.(Rls)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *