Pengamat Sebut Munculnya Pilar Dianggap ‘Tokoh Hantu’ di Pilkada Tangsel

Adib Miftahul pengamat politik dan kebijakan publik UNIS

Wikinews.id, Tangsel – DPD Golkar Tangsel secara resmi sudah mengumumkan pasangan bakal calon walikota (Bacawalkot) Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ikhsan pada pilkada 2020 Tangsel. Munculnya nama Pilar Saga Ikhsan mengejutkan masyarakat Tangsel, pasalnya Pilar belum dikenal oleh masyarakat Tangsel dan keberanian partai besar sekelas Golkar pada pilkada ini benar-benar dipertaruhkan sebagai partai penguasa di Kota Tangsel.

Siapa Pilar Saga Ikhsan? dari data dan informasi yang diperoleh tentang Pilar Saga Ikhsan, dia merupakan putra dari Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Pilar kelahiran Bandung 14 Mei 1991 berprofesi sebagai arsitek dan kontraktor. Pilar menikah dengan RR Treutami Ajeng Soediutomo.

Pilar mengatakan dirinya maju dalam pilkada Tangsel 2020 mendampingi Benyamin Davnie, tidak memiliki beban karena dirinya menganggap bukan keinginan namun karena dorongan partai. Pilar mengaku dirinya lebih ingin fokus pada dunia usaha bukan di bidang politik seperti saat ini.

“Masalah pencalonan saya di tangsel, gimana yah, kalau saya karna didorong oleh partai diusungkan oleh partai, buat saya dalam pencalonan ditangsel ini tidak ada beban, mungkin saya lebih memilih menjadi usahawan dalam bidang arsitek, fokus dalam bidang saya,” ungkapnya pada media saat hadiri Musda partai Golkar di salah satu Hotel Di kota Serang (26/02/2020).

Menurut pengamat politik dan kebijakkan publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Adib Miftahul, wajar kalau pilar merasa tidak punya beban, karena Pilar bukan calon pemimpin ‘Yang Tercipta’. Maksud pemimpin tercipta adalah seorang yang memiliki kemampuan.

“Pilar diciptakan sebagai representasi dari dinasti yang tak mau kehilangan pengaruh di Tangsel,” ujarnya, kepada media, Kamis (12/3/2020).

Lanjut Adib, Pilar mempunyai beban yang berat dalam pilkada ini, Pilar harus membawa target kelanggengan dinasti di Tangsel, yaitu membawa kemenangan bagi dinasti dan partai Golkar.

“Jadi poinnya, bisa juga dia dipaksa sebagai kader dari dinasti untuk berbagai wilayah. Ibunya Bupati Kabupaten Serang, sepupunya Wagub dan Wabup, uwaknya (Airin Walikota Tangsel) ke DPP Pusat,” jelasnya.

Pilar hanya sebagai pelengkap Benyamin Davnie, ungkap Adib, Golkar sangat percaya diri jika Benyamin dianggap paling populer. Cenderung masyarakat tangsel mengganggap Pilar hanya ‘Tokoh Hantu’, pengertiannya tiba-tiba muncul saat pilkada karena restu politik dinasti.

“Karena beberapa kali survey, Ben memang paling unggul. Maka itu Pilar hanya diplot sebagai figur “yang diciptakan” alias wakil dinasti saja. masyarakat Tangsel menganggap Pilar hanya ‘Toko Hantu’ karena tiba-tiba muncul saat pilkada.” pungkasnya.

Seperti dilansir dari atmnews.id, Benyamin mengakui kalau Pilar Saga Ikhsan memang belum dikenal di masyarakat Tangsel, sehingga wajar saja menjadi kecemasan bagi pendukung Benyamin dan Golkar.

“Wajar saja ya, karena memang lagi baru,” ujar Benyamin Davnie usai ditemui acara peringatan Harlah ke 13 Tahun Perguruan Pencak Silat Kelabang Putih Ciputat, Minggu (08/03/2020).(redaksi)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *