Polantas Tangsel Gagalkan Transaksi Narkoba, 2 Orang “Habib” Jadi DPO

Penangkapan tersangka narkoba oleh Polresta Tangsel
Penangkapan tersangka narkoba oleh Polresta Tangsel

Wikinews.id|Tangsel- Satuan Polisi Lalu Lintas (SATLANTAS) Kota Tangsel berhasil menggagalkan trannsaksi narkoba jenis sabu yang akan dilakukan seorang pemuda berinisial AS Alias Cungkring (32) di kawasan BSD Serpong, Kota Tangsel.

Kasatlantas Polres Tangsel AKP Bayu Marfiando mengatakan, penangkapan bermula saat keempat Anggota melakukan Patroli dilarang parkir di area jalan tersebut dan memeriksa mobil yang terlihat terparkir dipinggir jalan.

Dari hasil pemeriksaan keempat petugas satlantas tersebut ditemukan 6 butir Ekstamer, lalu petugas melakukan intrugasi terhadap AS yang terlihat ketakutan seakan ada yang disembunyikan.

“Ketika didesak oleh anggota kami, akhirnya tersangka megakui bahwa dirinya sedang menuju tempat penyimpanan sabu dari pengedar yang disimpan di got bawah jembatan Rawa Buntu dengan berat bruto 43,15 gram sabu berwarna pink,” jelasnya dalam press rilisnya, Rabu (7/10/2020) di Mako Polres Tangsel.

AKP Bayu mengatakan lebih lanjut bahwa dari penemuan barang bukti tersebut, petugas langsung melakukan penggeledahan dirumah pelaku. Darisana didapat sabu berwarna putih dengan berat masing-masing 6,59 gram sabu didalam plastik bening berukuran sedang, 2,36 gram sabu yang dibungkus didalam plastik kecil, 1,75 gram sabu yang dibungkus dengan 4 plastik bening kecil dengan list merah dan 0,27 gram sabu yang dibungkus plastik bening kecil yang dimasukan didalam bekas rokok Djisamsoe.

“Jadi total keseluruhan Sabu yang diamankan sebanyak 52,12 gram, yang jika dirupiahkan sabu ini senilai sekitar Rp. 60.000.000,” terangnya.

Menurut keterangan AS bahwa dirinya mengikuti arahan dari Habib Ade yang akan diberikan kepada pemesanan barang tersebut yaitu Habib Muh yang beralamat di Sukabumi.

“Malam itu juga kita menghadirkan anggota Satnarkoba untuk langsung dilakukan pengembangan, namun ketika sampai di rumah Habib Muh di Sukabumi, tersangka sedang tidak ada dirumahnya dan kita terus melakukan pengembangan, sampai saat ini Habib Ade dan Habib Muh menjadi DPO,” terangnya.

AS mengakui dihadapan awak media bahwa dirinya pemakai dan sebagai kurir barang haram tersebut. Dalam setiap transaksi nya AS mendapatkan uang sebanyak Rp.500 Ribu.

“Udah sebulan bang, saya baru dua kali melakukan transaksi. Sekali transaksi untungnya cuma 500 ribu,” ujarnya sambil menunduk lesu.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *