Protokol The New Normal: Jalan Tengah Sisi Ekonomi dan Sisi Kesehatan dalam Turbulensi Pandemi

Oleh: Ajib Hamdani

Menilik data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 22 Mei 2020 ini, tentu kita mengernyitkan dahi melihat angka positif Covid-19 melonjak menjadi 20.796, dengan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 11.028, dan jumlah meninggal positif Covid-19 1.326. Mortality rate nya relatif tinggi, dengan rasio 12%.

Rasio ini menjadi tinggi karena kompleksitas masalah, diantaranya ketidaksinkronan pemerintah pusat dan daerah dalam mengambil kebijakan, kedisiplinan masyarakat yang relatif rendah dan terlebih lagi karena faktor realitas kebutuhan ekonomi.

Dari sisi ekonomi, petumbuhan pada kuarter 1, hanya sebesar 2,97% dan inflasi rata-rata per bulan 2,9%, artinya cenderung tidak ada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada kuarter kedua, hampir pasti pertumbuhan ekonomi semakin terkontraksi, mendekati 0%. Karena pandemi Covid-19 ini baru menghantam ekonomi Indonesia di periode kedua ini.

Tingkat konsumsi masyarakat juga hanya naik 2,9%, hampir separuhnya dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, 5,3%.

Dari sisi keuangan negara, postur APBN semakin membengkak defisitnya, menjadi 1.028,5 triliun setara 6,27% dari PDB. Ketika terjadi kenaikan belanja APBN, di saat yang bersamaan ruang fiskal sangat tertekan karena pelambatan dunia usaha.

Sisi kesehatan mengalami tekanan dan sisi ekonomi mengalami konstraksi.

Pemerintah perlu mendesain kebijakan sebuah jalan tengah terbaik: Konsep “New Normal”. Sebuah pola hidup yang memprioritaskan kesehatan dan kebersihan, dengan mengedepankan protokol kesehatan mencegah Covid-19.

Dengan pola “new normal”, maka pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa menjadi kebijakan turunan selanjutnya.

Dengan pola “new normal” ini, maka kesehatan tetap bisa diikhtiarkan untuk terjaga sehingga mortality rate lebih terus ditekan, sedangkan sisi ekonomi bisa tetap berjalan.

Akhir 2020 pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dalam pencapaian positif dan inflasi maksimal 3,1%.

Kesehatan dan ekonomi bukan sebuah pilihan dikotomis, tetapi sebuah keadaan yang bisa didesain jalan tengahnya melalui kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat: kehidupan yang “new normal”.

Ajib Hamdani (Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi)

Share :

2 thoughts on “Protokol The New Normal: Jalan Tengah Sisi Ekonomi dan Sisi Kesehatan dalam Turbulensi Pandemi

  1. Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan dari narasumber yang sudah banyak pengalaman di bidang ini, terimakasih banyak

  2. Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan dari narasumber yang sudah banyak pengalaman di bidang ini, semoga tetap maju dan berkaraktek lebih baik lagi. terimakasih banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *