PSBB Tangsel Diperpanjang, Kakek Sebatang Kara Belum Dapat Bantuan Pemerintah Daerah

Paijo kakek Sebatang kara di tempat tinggalnya 2×3 m²

Wikinews.id, Tangsel,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ternyata masih menimbulkan banyak masalah. Salah satunya soal bantuan sosial (bansos). Padahal bansos dijadikan andalan pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mensukseskan PSBB dalam rangka menekan wabah corona.

Salah satu warga itu adalah Paijo,  berusia 65 tahun. Kakek yang hidup sebatang kara di RT 04, RW 04, Kelurahan Serua, Ciputat Tangsel mengaku belum pernah mendapat bansos, seperti yang digemborkan pemerintah daerah maupun pusat di tengah pandemik COVID-19 dan penerapan PSBB.

Padahal pria yang hidup di bangunan 2×3 meter persegi dan berlokasi di sekitar pemakaman yang tak jauh dari pusat Pemerintahan Kota Tangsel itu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Tangsel.

“Gak pernah saya dapat dari dulu-dulu. Gak pernah dapat bantuan. Cuma barusan dikasih sama RT pas habis salat, beras 2 kilo, sama Supermi 6.  Gak tahu, itu bantuan pemerintah atau bukan, RT ga bilang apa-apa,” kata Paijo, Selasa (5/5/20).

Paijo pun bingung dengan kehidupan sehari-hari yang harus melawan virus mematikan, tetapi disisi lain ancaman kelaparan mengintai.

Kakek yang mencukupkan kebutuhan dari kerja serabutan itu kini juga sedang gundah gulana. Jika dia bekerja jadi tukang kebun panggilan dan berjualan daun pisang, ada virus mematikan yang mengintai. Apalagi, Paijo sudah tua, riskan tertular dan menjadi parah. 

Namun, jika Paijo tidak bekerja ada ancaman lain, yaitu kelaparan.  “Kalau udah gini mau gimana, cuma sisa uang hasil jualan yang gak lama (bakal) abis,” kata Paijo.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Tangsel mulai membagikan bansos berbentuk uang dengan nominal Rp600 ribu melalui rekening bank BJB Syariah kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 di sejumlah kelurahan. Salah satunya di Kelurahan Serua, Kecamataan Ciputat yang melakukan pembagian Bansos secara bertahap.

Lurah Serua, Cecep mengatakan, bantuan yang diberikan kepada masyarakat, menurut informasi dari Kecamatan Ciputat merupakan bantuan dari Provinsi Banten.

“Tadi Inspektorat Provinsi Banten datang (untuk mengecek). Insya Allah segera dicairkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/20).

Lurah Cecep juga menjelaskan, total Kepala Keluarga (KK) yang menerima bantuan hari ini sebanyak 206 orang yang didata oleh RT dan RW pada tahap pertama yang diusulkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) beberapa waktu lalu.

Adapun soal warga Kelurahan Serua terdampak yang bernama Paijo dirinya akan melakukan cross chek pada esok hari. (KB)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *