Saraswati Kembali ‘Diserang’ Fisiknya

saraswati djojohadikusumo
saraswati djojohadikusumo

Wikinews.id- Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo kembali menerima serangan yang tidak mengenakan, yang menyinggung fisiknya. Saras diserang lewat foto kehamilan yang memperlihatkan perutnya yang membesar.

Dilihat di akun Twitter-nya, Saras mengomentari unggahan yang menyertakan foto dirinya saat tengah hamil. Dalam unggahan itu, ada narasi ‘coblos udelnya’. Foto itu memang menunjukkan Saras tengah memegang perutnya yang membesar dan memperlihatkan bagian pusarnya.

Saras mengaku sedih saat foto kehamilannya dijadikan bahan serangan pendukung lawan politiknya di Pilkada 2020. Menurutnya, foto itu diambil saat dirinya tengah mengandung anak pertama dan sama sekali tidak terkait dengan Pilkada.

“Cukup menyedihkan bahwa foto yang diambil suami saya sebagai ungkapan syukur kami atas berkat yang Tuhan berikan kepada kami 5 tahun lalu saat hamil dengan anak pertama, yang tidak ada kaitan sama sekali dengan Pilkada saat ini (pemikiran mau maju saja tidak ada), dijadikan bahan serangan pendukung lawan,” kata Saras saat dihubungi, Minggu (25/10/2020).

Menurut Saras, kata-kata yang digunakan si pengunggah yang mengomentari foto kehamilannya tidak bisa ditoleransi. Saras pun menyebut si pengunggah sengaja mencari-cari fotonya untuk dijadikan bahan serangan.

“Terlepas keyakinan setiap pribadi masing-masing dan cara pandang kita tentang cara berbusana yang layak, kata-kata yang digunakan jelas bentuk pelecehan dan ini tidak bisa ditolerir,” tegas Saras.

“Foto tersebut adalah foto dari 5 tahun lalu, artinya pun yang mengunggah dengan sengaja mencari foto sampai ke 5 tahun lalu yang bisa digunakan untuk menyerang secara sadar,” imbuhnya.

Saras mengatakan Pilkada sebagai menjadi ajang kampanye terhormat tidak seharusnya diwarnai komentar bernada pelecehan seperti yang diterimanya. Saras juga mempertimbangkan untuk melaporkan kasus ini ke polisi.

“Harapan tentang adanya pilkada bermartabat, kampanye terhormat, saling menampilkan visi misi yang baik, terasa semakin jauh dengan melihat masih adanya kenyataan seperti ini. Kali ini saya memang mempertimbangkan demikian (membawa ke ranah hukum),” tandasnya. (zu)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *