Seminar Hipmi-Kadin-Apindo, Insentif Pajak: Pendorong Daya Ungkit Ekonomi di Masa Pandemi

Wikinews.id, Jakarta,- Hipmi mengadakan diskusi menggandeng Kadin dan Apindo, bersama Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, dengan dihadiri 439 peserta dari kalangan pengusaha, umum dan akademisi, mengambil tema “Insentif Pajak: Pendorong Daya Ungkit Ekonomi di Masa Pandemi”, Kamis(28/5/2020).

Ajib Hamdani, Ketua Bidang 2 BPP Hipmi menyampaikan bahwa pajak harus dijadikan sebagai instrumen fiskal yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan melihat realitas pertumbuhan ekonomi yang terkonstraksi karena Covid-19 di Q1 sebesar 2,97%, Ajib berharap dengan insentif pajak ini, pengusaha mempunyai ruang likuiditas untuk menggerakkan roda perekonomian.

“Prediksi Hipmi, ketika kebijakan pemerintah tepat sasaran, pertumbuhan ekonomi secara kumulatif di akhir 2020 bisa mencapai positif 2%”, ungkap Ajib.

Acara webinar tersebut juga di hadiri Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H. Maming. Dalam kesempatannya, menyampaikan bahwa Hipmi terus konsisten mengawal dunia usaha agar terus bertumbuh di masa pandemi, dan mendorong sinergi positif antara dunia usaha dengan pemerintah.

“Hipmi juga mendorong upaya relaksasi perbankan, program kartu prakerja yang tepat sasaran dan juga insentif pajak yang membantu pengusaha”, jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Apindo, Suryadi Sasmita menyampaikan bagaimana komunikasi antara pemerintah harus terjalin dengan optimal. Suryadi berharap stimulus fiskal ini bisa, memberikan keadilan dan daya ungkit ekonomi secara maksimal, sehingga insentif pajak tidak bersifat diskriminatif, semua sektor dan semua skala bisnis harus mendapat fasilitas, menurutnya UKM maupun usaha besar juga relatif terdampak.

“Apindo mendukung kebijakan Ditjen Pajak yang mendorong sektor swasta terus bergerak”, ucapnya.

Dalam paparannya, Ketua Umum KADIN Rosan P. Roeslani menyampaikan pada masa pandemi ini, pengusaha sedang menjaga likuiditas agar perusahaan bisa survive dan menghindari dampak PHK. Rosan berharap agar Insentif pajak terus diperluas sehingga pengusaha mempunyai daya tahan lebih.

“Kehadiran pemerintah secara cepat di level implementasi sangat krusial. Kadin berharap Ditjen Pajak melihat realitas problem dunia usaha yang kompleks. Dari total sekitar 6.000 trilyun total kredit perbankan, sekitar 25% mengajukan restrukturisasi. Kalau kebijakan pemerintah lambat, akan berdampak negatif terhadap dunia usaha”, jelasnya.

Hestu Yoga Saksama, Direktur P2 Humas Ditjen Pajak menyampaikan pihaknya akan berkomitmen mendukung dunia usaha agar bisa terus positif. Menurutnya Perppu Nomor 1 tahun 2020 sudah mengakomodir insentif pajak, berupa penurunan tarif PPh Badan dan Go Public. PMK No. 28 tahun 2020 tentang Pembebasan PPN Penanganan Covid-19 dan PMK No. 44 tahun 2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Covid-19.

“Efek pandemi yang membuat konstraksi ekonomi, selain masalah kesehatan dan sosial, menjadi perhatian Ditjen Pajak, dan berharap insentif-insentif yang didorong, bisa memberikan relaksasi buat wajib pajak. Termasuk sektor UKM yang pajaknya ditanggung oleh pemerintah selama 6 bulan”, terangnya.

Di akhir acara Ajib Hamdani sebagai inisiator webinar menutup acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut.

“Semoga sinergi yang positif bisa terus terbangun antara pemerintah dan pengusaha untuk membangun perekonomian ke depannya”, tutup Ajib.

Share :

One thought on “Seminar Hipmi-Kadin-Apindo, Insentif Pajak: Pendorong Daya Ungkit Ekonomi di Masa Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *