Tolak Omnibus Law, Jutaan Buruh Mogok Kerja

Jutaan buruh mogok Tolak RUU Cipta Kerja
Jutaan buruh mogok Tolak RUU Cipta Kerja

Wikinews.id|Jakarta- Sebanyak dua juta buruh lebih akan melakukan mogok kerja nasional, Setelah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus law Cipta Kerja menjadi Undang-undang (UU) di rapat paripurna DPR RI kemarin Senin (05/10).

Mogok kerja akan dilakukan sekama 3 hari berturut-turut terhitung sejak hari selasa (6/10/2020), hal ini disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

“Mogok nasional ini dilakukan sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU Nomor 21 Tahun 2000 khususnya Pasal 4 yang menyebutkan, fungsi serikat pekerja salah satunya adalah merencanakan dan melaksanakan pemogokan,” ujar Said Iqbal, dalam keterangan resmi.

“Selain itu, dasar hukum mogok nasional yang akan kami lakukan adalah UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik.”

Dengan demikian, maka dalam demo ini diikuti oleh buruh dari berbagai sektor industri seperti kimia, energi, pertambangan, tekstil, garmen, sepatu, otomotif, hingga elektronik.

Selain itu juga dari sektor lainnya seperti industri besi dan baja, farmasi dan kesehatan, percetakan dan penerbitan, industri semen, industri pariwisata, telekomunikasi, pekerja transportasi, pekerja pelabuhan, perbankan, logistik dan lain sebagainya.

Demo tolak RUU cipta kerja
Demo tolak RUU cipta kerja

Sedangkan wilayah yang tersebar dalam aksi mogok nasional diantaranya; Bogor, Depok, Tangerang Raya, Cilegon, dan serang.

Berikutnya Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang, Cirebon, Bandung Semarang, Kendal, Jepara, Yogyakarta, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan.

Lalu selanjutnya, Aceh, Padang, solok, Medan Deli Serdang, Sedang bedagai, batam, Bintan, Karimun, Muko-Muko, Bengkulu,Bandar Lampung, Pekan Baru, Palembang dan Lampung Selatan.

Mogok Nasional juga dilakukan didaerah Banjarmasin, Gorontalo, Maluku, Palangka Raya, Samarinda, Lombok, Ambon, Mataram, Kendari, Bitung, Morowali, Papua, dan Papua Barat,

“Jadi provinsi-provinsi yang akan melakukan mogok nasional adalah Jawa Barat, Jakarta, Banten, Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Lampung, NTB, Maluku, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat,” ujarnya.

Dalam aksi mogok nasional Buruh akan menyuarakan penolakan pengesahan RUU Omnibus law Cipta Kerja, diantaranya tetap ada UMK tanpa syarat dan UMSK jangan hilang, pesangon juga tidak ada pengurangan serta tidak boleh adanya PKWT atau Karyawan Kontrak Seumur Hidup.

Selain itu juga buruh mendesak agar tidak ada outsoucing seumur hidup waktu kerja tidak boleh eksploitatif, cuti dan hak upah atas cuti tidak boleh hilang, karyawan kontrak dan outsourcing harus mendapat jaminan kesehatan dan pensiun.

“Sementara itu, terkait dengan PHK, sanksi pidana kepada pengusaha, dan TKA (tenaga kerja asing) harus tetap sesuai dengan isi UU No 13 Tahun 2003,” tegasnya.

Share :

3 thoughts on “Tolak Omnibus Law, Jutaan Buruh Mogok Kerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *