Warga Jombang Geruduk Pemkot Tangsel, Protes Pembangunan Perumahan Ardina Residence

Demo warga jombang
Demo warga jombang

Wikinews.id|Tangerang Selatan- Warga RT/RW 003/004 kelurahan jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar aksi demo di depan kantor Pemerintahan kota Tangsel, Selasa (13/10/2020). Pantauan Wikinews.id demo berlangsung pada pukul 09:00 WIB.

Iswati, salah satu warga yang ikut unjuk rasa mengatakan, rumah warga sering banjir disebabkan adanya pembangunan drainase di perumahan Ardina Residence yang tidak sesuai dengan piel banjir yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tangsel.

“sebelumnya lahan itu berupa rawa, kemudian diurug sekitar satu meter oleh pengembang untuk dibangun perumahan, nah seharusnya drainase dibangun sedalam 1,5meter tapi yang dibangun hanya 50 cm jadi air nya itu tidak bisa mengalir dengan baik” ujar Iswati

Iswati juga mengatakan bahwa sudah beberapa kali sudah meminta pertanggung jawaban dan mengikuti beberapa tahapan kepada Dinas terkait maupun pihak pengembang, akan tetapi tidak ada tindakan sampai saat ini.

“sudah minta pertanggung jawaban, tapi ga direspon, kalau dinas PU kemarin dateng, tapi cuma liat doang dari dalam mobil, habis itu pulang lagi, tapi sampai sekarang ga ada perbaikan dan solusi” tutur nya

Ia menganggap, pemerintah Tangsel saat ini dinilai masih kurang memperhatikan rakyat kecil yang menjadi korban pengembang.

“kita ini kan rakyat kecil, kita mau mengadu kemana kalau bukan kesini, harusnya mereka memperhatikan kami dong, memerhatikan dinas terkait mereka menjalankan tugas atau tidak, kan mereka menjabat juga pilihan rakyat” harap nya.

Audiensi demonstran di pemkot tangsel
Audiensi demonstran di pemkot tangsel

Oleh karena itu mereka menuntut pemerintah kota Tangerang Selatan segera menindak tegas dan mencabut ijin pembangunan proyek perumahan Ardina Residence.

“Kami mendorong pihak DPU agar mengkaji ulang piel banjir mengingat daerahnya masih kebanjiran dan pihak Ardina Residence harus mengganti rugi warga atas faktor kesengajaan dalam pembuatan drainase yang tidak sesuai dengan piel banjir” ujarnya.

Sementara Abdullah sebagai koordinator lapangan (korlap) menjelaskan hasil dari mediasi dengan pihak Pemkot dan mengakomodir permohonan warga.

“Tadi kita ketemu dengan staf Sekretaris Daerah (Sekda) , kata dia nanti akan disampaikan ke DPU, sebelumnya sudah disampaikan ke DPU tuntutan kami dan DPU juga sudah menegur ke pihak pengembang tapi pengembang nya ini bandel”.ujarnya (am)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *