Warga Keluhkan Layanan BPN Bogor, 8 tahun membuat sertifikat tanah tak kunjung selesai

Ilustrasi Pelayanan BPN
Ilustrasi Pelayanan BPN

Wikinews.id|Bogor-Seorang janda berinisial LA mengeluhkan prihal pembuatan sertifikat yang tak kunjung selesai setelah 8 tahun lamanya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten bogor,

Seharusnya kepala BPN Kabupaten Bogor Sepyo Achanto melakukan mediasi ulang, akan tetapi hal tersebut tertunda dikarenakan beralasan sakit Covid-19.

Staf Pendaftaran Pertanahan (SPP) BPN Wahyu Resdian mengatakan bahwa mediasi ulang akan dipimpin langsung oleh Kepala BPN Kabupaten Bogor, akan tetapi terhalang karena sakit.

“Pak Kakan (kepala BPN) sedang sakit, belum ada penjelasan (penyakit Covid-19) si tapi sedang dikarantina. Karena mediasi ulang ini akan dipimpin langsung oleh Pak KaKan, jadi harus menunggu sampai sembuh,” ungkap Wahyu saat ditemui di Kantor BPN Kabupaten Bogor, Rabu (18/11/2020).

Wahyu juga mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui kalau ada pengaduan dari kuasa hukum LA ke Ombudsman prihal kinerja BPN Kabupaten Bogor.

“Saya gak tau kalo dia ngadu ke ombudsman, kalo tindak lanjutnya saya gak tau,” ujar Wahyu.

Sementara Kuasa Hukum LA Ibrahim Rizky, S.H mengatakan bahwa terlalu cukup lama penundaan mediasi yang memakan waktu bertahan-tahun tidak selesai.

“Apa lagi sekarang, kemaren pak Wahyu yang sakit, sekarang mediasi harus dipimpin pak Kakan, yang ternyata dia diduga Covid. Kalo memang urgent seharusnya perkara ini bisa diwakilkan, karena dasar bahwa pak Kakan mau mimpin karena udah terlalu lama, tapi dia sakit yaa seharusnya bisa untuk di gantikan,” ungkap Ibrahim saat diwawancarai di Kantornya, Jum’at (20/11/2020).

Lanjutnya, perihal kasus ketidaktahuan BPN terkait pengaduan ke ombudsman, Ibrahim menjelaskan, bahwa laporan tersebut sudah diproses dan tinggal ditunggu saja.

“Pak Kakan (kepala BPN) sedang sakit, belum ada penjelasan (penyakit Covid-19) si tapi sedang dikarantina. Karena mediasi ulang ini akan dipimpin langsung oleh Pak KaKan, jadi harus menunggu sampai sembuh,” ungkap Wahyu saat ditemui di Kantor BPN Kabupaten Bogor, Rabu (18/11/2020).

Wahyu juga mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui kalau ada pengaduan dari kuasa hukum LA ke Ombudsman prihal kinerja BPN Kabupaten Bogor.

“Saya gak tau kalo dia ngaduu ke ombudsman, kalo tindak lanjutnya saya gak tau,” ujar Wahyu.

Sementara Kuasa Hukum LA Ibrahim Rizky, S.H mengatakan bahwa terlalu cukup lama penundaan mediasi yang memakan waktu bertahan-tahun tidak selesai.

“Apa lagi sekarang, kemaren pak Wahyu yang sakit, sekarang mediasi harus dipimpin pak Kakan, yang ternyata dia diduga Covid. Kalo memang urgent seharusnya perkara ini bisa diwakilkan, karena dasar bahwa pak Kakan mau mimpin karena udah terlalu lama, tapi dia sakit yaa seharusnya bisa untuk di gantikan,” ungkap Ibrahim saat diwawancarai di Kantornya, Jum’at (20/11/2020).

Lanjutnya, perihal kasus ketidaktahuan BPN terkait pengaduan ke ombudsman, Ibrahim menjelaskan, bahwa laporan tersebut sudah diproses dan tinggal ditunggu saja.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *